Senin, 28 Mei 2012

Muslikh: Idealnya Birokrat-Politisi

SUKABUMI – Walikota Sukabumi Muslikh Abdussyukur mempunyai penilaian tersendiri mengenai Pemilukada Kota Sukabumi 2013 mendatang. Ia menilai sejumlah figur yang mencuat saat ini memiliki kekuatan dari sisi popularitas dan kapasitas yang nyaris berimbang.
Apalagi dari sisi latar belakang, Muslikh melihat adanya kecenderungan perimbangan dari kalangan politisi dan birokrat. Kondisi ini, kata Walikota Sukabumi dua periode terakhir itu akan membuat pertarungan di pemilukada akan berjalan ketat. “Kalau melihat konstalasi politik sekarang, sepertinya akan berjalan ketat,” katanya.
 Muslikh bahkan berani menyebut setidaknya akan ada empat pasangan calon walikota yang akan bertarung di pemilukada nanti. Namun, Muslikh tidak mau menyebut siapa-siapa figur yang ada dalam prediksinya itu. “Tapi saya kira kualitas empat pasangan itu nantinya akan berimbang,” katanya.
 Lebih jauh ditanya soal pasangan ideal memimpin Kota Sukabumi. Muslikh yang punya pengalaman memimpin Kota Sukabumi satu periode bersama politisi (Iwan Kustiawan) dan satu periode dengan birokrat (Mulyono), memiliki komposisi ideal.
Menurutnya, idealnya pasangan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi adalah dari kalangan birokrat dan politisi
“Waktu bersama Pak Iwan (Wakil Walikota Sukabumi 2003-2008) saya merasa enjoy. Tapi saat ini juga (Mulyono) bagus,” jelasnya.   Makanya, berdasarkan pengalaman bersama dua pemimpin berbeda latar belakang di dua periode berbeda itu, Muslikh yang berlatar belakang birokrat menganggap pasangan birokrat dan politisi lebih ideal.
“Kalau saya melihat yang ideal itu birokrat berpasangan politisi,” imbuh Muslikh.
 Meski Muslikh melihat adanya perimbangan kekuatan figur-figur yang akan maju di pesta demokrasi nanti, namun Ia berharap pemilukada ini berlangsung cukup satu putaran. Hal ini tidak lain disebabkan Muslikh berharap adanya penghematan biaya. “Kalau dua putaran kan biaya bertambah. Mudah-mudahan bisa satu putaran,” harapnya.(fkr)
Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=12744

Read more »

Pemilukada Momentum Pemberdayaan Masyarakat

Oleh : Robby M Muharam (Sekretaris Eksekutif Charta Cendikia Institut)
Kota Sukabumi seluas kurang lebih 48 kilometer per segi, berdasarkan sensus tahun 2010 berpenduduk berjumlah 299.247 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan, atau rata-rata kepadatan penduduknya ± 6.324 jiwa per Km², hal tersebut menggambarkan potensi Kota Sukabumi, dari sisi sumberdaya manusia dan kewilayahan yang terbatas, mengingat saat ini Kota Sukabumi termasuk kota terpadat di Jawa Barat.
 Tantangan ke depan dengan kondisi Kota Sukabumi, yang kaya akan sumber daya manusia, namun minim dalam sumber daya alam, dengan adanya reformasi politik pemerintahan di Kota Sukabumi, dibutuhkan jawaban dalam pertanyaan tantangan kedepan untuk Kota Sukabumi.
Jawaban dari pertanyaan dan tantangan tersebut diharapkan didapat dari siapa yang akan memimpin Kota Sukabumi kedepan, dengan menggunakan pondasi dan pilar bangunan yang telah ada saat ini. Sehingga Kota Sukabumi kedepan dapat berbenah dengan efisien dan ekonomis. Tanpa harus merobohkan bangunan yang masih bermanfaat dan kokoh, sehingga pontesi dapat didentifikasi dengan seksama dengan kebersamaan.
Namun Kota Sukabumi tidak akan terlepas dari masalah-masalah yang kini terjadi, karena dari masalah itulah pembangunan masyarakat, pemerintahan, dan Kota Sukabumi dimulai.
 Kita sebagai warga Kota Sukabumi boleh berbangga, bahwa ukuran keberhasilan pembangunan itu didasarkan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang konon katanya bahwa IPM Kota Sukabumi masih diatas rata2 IPM Jawa Barat 75,33 poin.
Hal tersebut tentunya tidak bisa menina bobokan sehingga kita lupa akan masa depan Kota Sukabumi untuk bisa bergerak membangun lebih pesat, menjawab tantangan kebutuhan masyarakat yang semakin luas dan tinggi dari berbagai aspek, baik itu daya beli, kesehatan, dan pendidikan.
Pertumbuhan laju penduduk Kota Sukabumi yang pesat, memberikan tantangan tersendiri dari sisi potensi sumberdaya manusia, karena mereka harus berinteraksi sosial, berdaya secara ekonomi, berdaya saing, dan berpendidikan. Sementara secara sadar kita tahu sumberdaya alam dan lingkungan internal Kota Sukabumi terbatas.
 Di sinilah posisi pemerintahan sangat menentukan terutama kepemimpinan Kota Sukabumi yang akan datang dalam menjawab tantangan tersebut.
Berbicara tentang kepemimpimpinan pemerintahan Kota Sukabumi, mengingat kepemimpinan Kota Sukabumi dibawah seorang Walikota / Wakil Walikota sebagai pejabat politik. Dalam reformasi politik pemerintahan saat ini seorang kepala daerah akan dipilih secara langsung (Pemilukada) oleh masyarakat, maka Pemilukada inilah akan menjadi momentum politik penting bagi masyarakat untuk menemukan kepala daerah yang mampu memberdayakan masyarakat dan membawa Kota Sukabumi pada kemakmuran dan kesontosaan.
Dalam hajat Pemilukada ini, masyarakat agar dapat dicerahkan mengenai kriteria calon kepala daerah / Walikota / Wakil Walikota yang memiliki kompetensi dalam pemberdayaan masyarakat, serta pemberdayaan potensi daerah dalam hal ini Kota Sukabumi.
Lalu kriteria yang bagaimana? sosok birokratkah? swasta entreupreuner? atau artis?. Pemberdayaan masyarakat akan berhubungan dengan pembangunan potensi masyarakat dan keswadayaan, dimana potensi yang ada tersebut haruslah di atur oleh manajemen pemerintahan yang berbasis kemandirian dan kapasitas entreupreuner birokrasi. Dimana birokrasi ditujukan dalam membangun komitmen pelayanan yang baik dengan berbagai strategi-strategi yang berorientasi pada out come dan benefit income.
 Kepemimpinan kepala daerah ke depan dalam hal ini Walikota/Wakil Walikota Sukabumi, adalah seseorang yang harus mampu mengembangkan potensi pemberdayaan masyarakat, dengan membangun entreupreuneur birokrasi. Seorang pemimpin yang menularkan pengalamannya dalam mengembangkan potensi dirinya sebagai entreupreuneur, kecakapan memimpin dan memanej yang berorientasi pada pelayanan pelanggan (masyarakat).
Walikota / Wakil Walikota Sukabumi mendatang haruslah sesorang yang bisa membawa kultur baru dalam pemerintahan kearah yang lebih baik, dan mampu memberikan keteladan kepada masyakat tentang bagaimana membangun potesi untuk mandiri, dan memberikan jawaban harapan masyarakat akan sebuah keberdayaan
Jika keberdayaan itu adalah sebuah pekerjaan, maka sang Walikota / Wakil walikota bias memberikan jawaban tentang pekerjaan itu !.
Jika ladang pekerjaan di Kota Sukabumi pastilah terbatas, maka kepemimpinan Kota Sukabumi harus mampu membangun potensi-potensi baru apakan mengadakan investor baru supaya angkatan kerja tertampung, atau mengajarkan dan menfasilitasi masyarakat untuk mampu bekerja sendiri, membangun usaha baru dan mengembangkannya.  Membangun usaha baru, dan penciptaan tokoh dan pelaku usaha-usaha baru inilah yang dibutuhkan Kota Sukabumi.
Pekerjaan melalui penciptaan tokoh dan pelaku usaha-usaha baru ini harus mampu dipetakan oleh pemerintah dengan pendataan yang akurat sehingga bisa dikelola dan berkembang dengan kebijakan pemerintah.
Pemilukada Kota Sukabumi dapat dijadikan momentum politik dalam pemberdayaan masyarakat Kota Sukabumi, sehingga lahir kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pembangunan pemberdayaan masyarakat, dibawah kepemimpinan seseorang yang potensial.(*)
Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=12570

Read more »

Kamis, 17 Mei 2012

Tak Berizin, Balon Yeyet Sempat Dicabut


DITURUNKAN:Balon bergambar kandidat Walikota Sukabumi Yeyet Hudayat yang dipasang di puncak Kapitol diturunkan anggota Satpol-PP Kota Sukabumi, Selasa (15/5) lalu.
CIKOLE – Media sosialisasi kandidat Walikota Sukabumi bukan hanya via baliho, spanduk, ataupun jejaring sosial. Salah satu kandidat, Yeyet Hudayat menampilkan sosialisasi dalam bentuk berbeda. Kepala Badan Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat ini mensosialisasikan diri melalui balon persegi bergambar dirinya berikut kalimat kesiapan ikut pentas politik, Pemilukada Kota Sukabumi 2013.
 Selain bentuknya yang unik, balon ini juga mengudara di atas salah satu gedung tinggi di Kota Sukabumi, yaitu balon politik itu diikat di atas gedung Kapitol. Lokasinya yang persis di tengah kota akan mengundang perhatian warga yang melintas di Jalan Ahamd Yani.
 Namun pemasangan balon politik milik Yeyet ini sempat menuai kontroversi. Diduga tidak memiliki izin, Satpol PP Kota Sukabumi pun lantas menurunkannya. Namun penurunan itu hanya berlangsung sehari, karena tim Yeyet buru-buru mengurus izinnya ke Pemkot Sukabumi. Balon persegi bergambar politisi itu pun dipasang kembali, Rabu (16/5) lalu.
 Bagian Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP Ajat Sudarajat mengakui pihaknya memang serius melakukan penertiban baliho baik bernuansa politik maupun komersil yang illegal atau tidak berijin. “Atribut yang kami tertibkan yang tidak memiliki ijin, sesuai pada SK Walikota Sukabumi,” ungkap Ajat.
 Dalam penertiban baliho politisi ini, Ajat menegaskan tidak akan tebang pilih, karena hal ini berkaitan dengan estetika dan ketertiban Kota Sukabumi. Bagi pemasang baliho yang tidak berijin diberikan tenggang waktu selama 14 hari untuk segera mengurus ijin. “Kami sudah memberikan waktu untuk mengurus iji-ijin sehingga di saat kami tertibkan bukan salah kami, karena sudah melanggar aturan Perda,” katanya.
 Sementara itu, Penjaga Balon bergambar Yeyet itu, Usman mengatakan balon gas yang dipasangkannya di atas gedung kapitol sendiri model sewa, Ia menyewa balon tersebut selama satu bulan. Ia hanya menjadi penjaga di saat balon tersebut habis gasnya. “Balon ini kami sewa dari Jakarta dan kami tidak mengetahui soal perijinannya,” katanya.(fkr)
Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=11862

Read more »

Rabu, 16 Mei 2012

Pelantikan DPC MKGR Kota Sukabumi

Lunturnya rasa gotong royong dan nasionalisme menjadi tugas penting bagi Ormas Musayawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kota Sukabumi. Rasa gotong royong dan keluargaaan sendiri merupakan asas Nasionalisme yang tidak bisa dihilangkan. Ormas MKGR harus memiliki warna dan kadernya mempunyai identitas diri dan menjadikan MKGR sebagai pusat inspirasi. Hal inilah yang akan dilakukan kedepan oleh MKGR Kota Sukabumi. “Jangan sampai organisasi ini hanya menjadi tempat ngobrol-ngobrol dan pengumpulan massasaja. Apalagi sampai berbuat anarkis. Jaga citra positif MKGR di masyarakat, karena kadernya merupakan orang-orang pilihan,” kata Ketua DPP MKGR, Priyo Budi Santoso, kemarin

Read more »

Selasa, 15 Mei 2012

Pelantikan ORMAS MKGR Kota Sukabumi

Pelantikan ORMAS MKGR Kota Sukabumi, 16 Mei 2012

Read more »

Umumya Pengusaha atau Interpreneur yang menjadi pejabat Publik,Mentri,Gubernur, Bupati atau Walikota,bisa lebih berhasil dibandingkan, Pejabat Publik,Bupati atau walikota dari biroktat yang setelah pensiun menjadi pengusaha atau interpreneur.banyak yang tidak berhasil,Bukan Berarti pejabat publik walikiota atau Bupati itu hanya cocock untuk birokrasi.

Read more »