Selasa, 12 Juni 2012

Akibat Banyaknya Kader Parpol Bermasalah



SUKABUMI – Pengamat Politik Lokomotif Insitute Sukabumi, Edi Junaedi mengatakan, suara pemilih bagi Partai Demokrat (PD) Kota Sukabumi di Pemilukada 2013 nanti berpotensi anjlok. Ramalan kondisi itu tidak lepas dari cukup banyak persoalan yang mendera kader internal termasuk kasus hukum yang menyeret sejumlah kader PD Kota Sukabumi. Di Kota Sukabumi sejumlah kader Demokrat tersangkut kasus hukum meski belum ada ketetapan hukum, seperti Hendra Hidayatullah yang tersangkut kasus dugaan ijazah palsu.
Beberapa anggota DPRD Kota Sukabumi dari Partai Demokrat juga sempat saling lapor ke Polres Sukabumi Kota, di antaranya Dedi R Wijaya dengan Henry Slamet. Terakhir Elin Paulina Tarigan akan diproses Pergantian Antar Waktu (PAW) karena penggelembungan suara.
Belum lagi persoalan di tingkat nasional, di mana kasus suap Wisma Atlet yang dilakukan eks bendahara partai M. Nazaruddin, Angelina Sondakh dan Ketua Umum DPP PD, Anas Urbaningrum menjadi titik awal ramalan bakal merosotnya citra partai bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.
“Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) per Februari 2012 menunjukkan, jumlah pemilih mencapai 28,9 persen. Ini sangat mungkin terjadi penurunan suara Demokrat bukan karena lari ke partai lain, namun lari ke pemilih yang belum menentukan pilihan. Imbasnya di tingkat daerah pun sangat rentan untuk kandidat calon kepala daerah yang diusung Demokrat. Sebab dengan sendirinya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat menurun,” jelas Edi.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi Henry Slamet mengakui badai atau masalah di Partai Demokrat sendiri sedikit banyak akan mempengaruhi elektabillitas suara menjelang Pemilukada 2013 mendatang.
Namun pihaknya akan berupaya terus melakukan konsolidasi ke tingkat internal dalam memberikan pemahaman masalah atau kendala yang dihadapi Partai Demokrat selama ini. “Sedikit banyak pasti mempengaruhi elektabilitas Partai Demokrat di Pemilukada 2013 mendatang, Tapi kami tetap optimis badai ini pasti berlalu,” kata Henry.
Menurutnya, dengan banyaknya masalah yang dihadapi kader internal di Partai Demokrat sendiri hal ini akan menunjukan jati diri kader Parati Demokrat. “Badai ini menjadi tolak ukur militansi kader Partai Demokrat rasa memiliki dan bertanggung jawab,” ujar Henry.
Badai atau masalah yang dihadapi Parati Demokrat ini sebagai ujian, Parati Demokrat akan melangkah ke tingkat yang lebih atau tinggi. “Jika di sekolah ujian merupakan salah satu proses menuju ke tingkat yang lebih tinggi, Hal ini juga yang dirasakan Partai Demokrat,” paparnya diplomatis.(wan/fkr)
Short URL: http://radarsukabumi.com

0 komentar:

Posting Komentar