Kamis, 21 Juni 2012



SUKABUMI – Dalam rangka menggenjot popularitas dan elektabilitas kandidat Bakal Calon walikota Sukabumi 2013 mendatang terus melakukan upaya, seperti halnya Ketua DPD Partai Golkar Andri Hamami dengan membagikan vocher relawan bensin kepada ojek-ojek di Kota Sukabumi, kemarin. Andri membagikan vocher yang berisikan satu liter bensin dibagi kepada ratusan tukang ojek di Kota Sukabumi dengan langsung mendatangi lokasi.
Andri Setiawan Hamami mengatakan pembagian voucher bensin ini terinspiransi kondisi selama ini tukang ojek kurang tersentuh Pemerintah Kota Sukabumi. “Tukang ojek adalah warga Kota Sukabumi yang perlu kita rangkul, sekaligus mendengar aspirasi mereka,” katanya.
Tukang ojek merespon dan menyampaikan aspirasi mulai dari kebutuhan, fasilitas dan kemudahan yang diharapkannya.
“Tukang ojek yang ada di Kota Sukabumi ini sangat banyak, namun belum ada yang merangkul atau mengayomi,” katanya.
Menurut Koordinator Ojek Cisarua, Colen (28) dirinya sangat senang dengan diberikannya vocher ini bukti peduli terhadap tukang ojek. “Kami bahagia dapat menerima vocher ini dan bisa mengetahui Pak Andri, Ia bisa memperhatikan kami,” jelasnya.
Menurut Colen, selama ini belum ada kandidat Walikota Sukabumi dalam melakukan gebrakan pendekatan dengan tukang ojek. Makanya Ia merespon kepedulian Andri yang lebih paham keberadaan tukang ojek. “Kami pun ditanya masalah keluhan dari para tukang ojek, sehingga kami merasa terayomi,” tukasnya.
Hal senada diungkapan Koordiantor Tukang ojek Jalan Pemuda (Sigodeg) Maman Sudarman (50). Dirinya merasa senang dengan diberikannya vocher bensin, bisa meringakan beban para tukang ojek. “Tiap orang dibagi mulai dari dua vocher hingga empat vocher per orang,” pungkasnya.(fkr)
Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=15288

Read more »

Senin, 18 Juni 2012

Jika Mulyono tak Diusung Demokrat



DAFTAR DEMOKRAT:Mulyono saat mendaftar di DPC Demokrat beberapa waktu lalu.
SUKABUMI – Kedekatan Mulyono dengan Partai Demokrat saat ini memang belum sampai pada akad atau kepastian partai berlambang Mercy itu akan menjadi kendaraan politik Mulyono di Pemilukada 2013 mendatang. Bahkan masih terbuka kemungkinan pria yang saat ini menjabat Wakil Walikota Sukabumi itu melirik partai lain.
Ketidak pastian ini disambut baik justru oleh kalangan pengurus sejumlah anak cabang PD di Kota Sukabumi. Apalagi selama ini sejumlah PAC itu memang getol memperjuangkan misi Demokrat mengusung kader internal. Bahkan belum pastinya Demokrat bakal mengusung Mulyono disambut suka cita oleh pengurus PAC Demokrat Kota Sukabumi dengan mengadakan syukuran di kediaman salah seorang kader di Kecamatan Cikole yang dihadiri puluhan pengurus PAC, simpatisan dan kader Partai Demokrat, kemarin.
“Syukuran ini sebagai bentuk dukungan kami jika benar Pak Mulyono akan berpaling bila tidak terpilih atau diusung oleh Demokrat,” kata Ketua PAC Demokrat Cikole Misbahudin didampingi Ketua PAC Gunungpuyuh Iban Suprianto, Enjang PAC Warudoyong, R. Bambang PAC Lembursitu dan Ogi.S PAC Cibeureum kepada sejumlah wartawan.
Menurut Misbah, dirinya beserta pengurus PAC Demokrat lainnya menghormati dan menghargai rencana tersebut. Bahkan dengan adanya sikap seperti itu, DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi bisa lebih fokus dalam mempersiapkan kader-kader internal yang berniat maju dalam pencalonan balon walikota dalam Pilkada mendatang. “Kami siap mendukung kader internal yang mempunyai komitmen terhadap partai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi, Andri Hamami menilai Mulyono atau figur lain tidak akan gampang masuk untuk menggunakan Golkar sebagai kendaraan politiknya di Pemilukada 2013 nanti. Soalnya, Golkar punya mekanisme sendiri dalam menentukan calon. “Saya pikir tidak semudah itu. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum Golkar menentukan figur yang akan diusung,” kata Andri.
Salah satunya, lanjut Andri adalah survei. Bagaimana pun, kata Dia, hasil survei harus jadi acuan. Dari survei itu lanjut dia akan ada analisa selanjutnya sebelum penentuan calon. “Berbagai tahapan itu mutlak dilakukan karena Golkar bertarung di pemilukada hanya untuk menang,” tegasnya.(wan)
Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=14836

Read more »

Minggu, 17 Juni 2012

Team Mulyono Terus Mencari Perahu Politik Pada Pilkada Kota Sukabumi 2013


.........................................

""Kondisi ini tidak membuat gentar Tim Pemenangan Mulyono. Diberitakan sebelumnya, Tim Mulyono optimisi jagoannya itu akan diusung Partai Demokrat. “Kami optimis karena memang sejauh sudah ada komunikasi dengan pengurus DPC Demokrat Kota Sukabumi dan arahnya ke sana. Termasuk ada kabar hasil survei yang katanya dilakukan internal Demokrat menyebutkan Pak Mulyono teratas dibanding figur lain. Itu yang membuat kami yakin,” kata Sekretaris Tim Pemenangan Mulyono, Dani S Wiria, tadi malam.
Namun jika kelak Mulyono gagal mengendarai Demokrat, pihaknya sudah menyiapkan strategi lain. Termasuk berpaling ke partai lain. Sejauh ini, kata Dani, komunikasi politik dengan partai lain seperti PKS dan Golkar berjalan lancar. “Sebenarnya komunikasi politik dengan semua partai terus berjalan. Jadi meski saat ini cukup dekat komunikasi dengan Demokrat tapi tidak menutup kemungkinan diusung partai lain, seperti PKS atau Golkar,” jelasnya.
Dani sendiri optimis Mulyono akan mendapatkan parpol sebagai tiket maju ke Pemilukada Kota Sukabumi 2013 sebelum pencalonan nanti. Untuk itu, pihaknya terus mempertajam komunikasi politik dengan partai-partai termasuk figur yang saat ini mencuat bakal maju di pemilukada nanti. “Kalau bicara optimis, kami sangat optimis,” katanya.(dyl)"""
PKS dan Partai Golkar yang telah sama-sama mengusung calon dari internal partai, Dari Partai Golkar dengan telah berkibarnya baligo dan banner di berbagai penjuru tempat di seputaran kota sukabumi dengan memunculkan nama H.ANDRI S. HAMAMI, SH,MH sebagai bakal calon Walikota Sukabumi periode 2013-1018, begitu pula dengan PKS dengan memunculkn nama Achmad Fahmi sebagai bakal calon walikotanya, 
sepertinya keyakinan team sukses Mulyono benar2 harus diuji, mengingat figur yang diusungnya pun menginginkan posisi F1. sementara kedua kader yang dibidik mulyono tatkala tidak diterima Partai Demokrat pun sudah mempunyai pigur dari kader internal.

Read more »