CITAMIANG – Permasalahan tawuran antar pelajar di Kota Sukabumi yang tak selesai-selesai, membuat berang Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Ayep Suprihatna. Ia pun mengancam, kalau sekolah yang anak didiknya terus terlibat tawuran akan dibekukan. “Kalau memang sekolah tetap keterlaluan dan siswanya terus terlibat tawuran, bukan hal yang tak mungkin untuk dibekukan,” tegas Ayep kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Selain akan menindak tegas sekolah dan siswa yang terlibat tawuran, Ayep juga mengatakan akan melakukan dialog dengan para keapala sekolah yang siswanya tercatat sering menjadi biang tawuran. Dialog sendiri dilakukan untuk mencari solusi secara bersama-sama sehingga tren tawuran di Kota Sukabumi terus menurun apalagi kalau bisa sampai hilang. “Saya yakin ini menjadi harapan bersama. Untuk itu, saya berharap dukungan dan kerjasama dari semua pihak untuk menyelesaikan persoalan satu ini,” harapnya.
Meski begitu Ayep mengklaim, tingkat tawuran di Kota Sukabumi dari mulai 2010 mengalami penurunan. Hal tersebut sesuai dengan data yang ia terima dari pihak kepilisian. Seperti yang tercatat pada 2010 silam, pihannya menerima laporan ada kurang lebih 460 kasus tawuran. Sementara untuk 2011 pihaknya hanya menerima laporan kurang lebih ada 360 kasus saja. “Kalau data yang kita dapat, trend tawuran menurun setiap tahunnya. Makanya kita berharap ini bisa sampai nol dan tak terjadi tawuran,” beber Ayep.
Sementara itu, untuk mengantisipasi hal tersebut juga, Ayep mengaku akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Pasalnya, mengantisipasi tawuran tak bisa hanya dilakukan oleh satu instansi saja. “Kita ingin semua terlibat. Sehingga ada solusi terbaik yang bisa dilakukan untuk menghentikan tawuran di Kota Sukabumi,” pungkasnya.(nur)
Short URL: http://radarsukabumi.com/?p=29511
0 komentar:
Posting Komentar